Gimana caranya?
Nah kalo sudah begini, biasanya orang-orang pada nebak sebuah teknologi yang umum & praktis digunakan untuk membuat empuk daging, PRESTO...
Well, sayangnya Bebek Remuk ndak pake presto-prestoan koq...
Ngga semudah itu lho menghasilkan bebek yang bumbunya meresap dan bisa terasa banget krispi-nya saat dimakan.
Pengin tahu?
Coba bayangkan... Anda, seperti orang-orang lain biasanya datang ke resto kami, melakukan order makanan... makanan dimasak... dihidangkan... lalu dimakan... kriuk, kriuk! Lezaat... Hm... hm...
Nah, dari kegiatan diatas tersebut, coba hitung... berapa banyak proses yang dilakukan? Berapa banyak waktu yang terpakai? 30 menit? atau barangkali 1 jam? Yah... sewajarnya sih ngga perlu waktu lama untuk menikmati seporsi nasi bebek nikmat ini bukan?
Saat waiter kami menyajikan bebek di meja Anda, pernahkah terpikir bahwa menu bebek tersebut sudah melalui begitu banyak proses panjang? Dan proses-proses tersebut memakan waktu belasan jam sebelumnya?
Sekedar berbagi, ada beberapa tahap pengolahan daging bebek di restaurant kami:
Di tahap awal, pemilihan daging bebek merupakan proses yang sangat significant. Daging bebek, sebenarnya memiliki berbagai macam jenis, seperti bebek cokelat/ putih, bebek lanang/wedhok, dan bebek tua/sedang/muda. Bebek yang akan digoreng untuk diremuk, tentu saja memiliki spesifikasi yang berbeda dengan bebek biasa. Hal inilah yang mengawali perbedaan proses Bebek Remuk dengan bebek lainnya.
Dalam 6 (enam jam) setelah pemotongan daging bebek hidup, dalam tingkat freshness daging yang tinggi, daging bebek langsung dibumbui oleh bumbu kasar. Itu sebabnya restaurant kami tidak menerima daging bebek yang tidak fresh (pemotongan bebek hidup lebih dari 6 Jam, kelihatan dari warna daging dan baunya & bikin taste jelek!)
Usai dibumbui, daging bebek kemudian dibacem. Inilah saaat yang paling mendebarkan, karena proses BACEM yang hanya 5 huruf itu ternyata tidak semudah menuliskan namanya. Agar sempurna, proses ini harus dilakukan selama 2 kali berturut-turut dengan timing break tertentu, dan harus disertai dengan pengaturan suhu api yang berbeda-beda.
Pem-bacem-an ini sendiri memakan waktu sekitar 2-4 (dua-empat) jam. Pem-bacem-an sulit untuk ditetapkan standard waktunya, semua sangat tergantung keadaaan awal daging bebek (misal tingkat kepadatan daging bebek yang berbeda2... mungkin ada bebek yang suka olahraga & jadi alot dan ada yang makan tidur terus jadi sudah empuk dari sononya. Hahaha...)
Setelah itu, bebek dikeluarkan dari dandang bacem, dan dibiarkan selama 60-90 menit. Lalu dilanjutkan dengan proses peremukan bebek, sebelum akhirnya dikukus dan siap digoreng. Khusus untuk bebek sangan, maka tentu saja ditambahi dengan proses peng-asap-an :)
Untuk menghasilkan kerenyahan dan ke-krispi-an, bebek harus digoreng dalam suhu yang tinggi namun dengan waktu yang singkat. Minyak yang digunakan minimum memenuhi separuh dari wajan yang digunakan..
Setelah digoreng, tentu saja bebek siap dihidangkan di hadapan Anda, untuk dinikmati kelezatannya..
Nah, sekarang ketahuan deh, minimum ada 9 tahap penting yang harus dilalui si bebek sebelum akhirnya mendarat dengan nikmat di lidah Anda.
Now you know...
ada kecermatan dibalik kelezatan rasa Bebek Remuk



